Oleh: Nana Sudiana | 19 Desember 2008

Lembaga Sosial Harus Daftar ke Depsos


Ada-ada saja Indonesia ini. Semua orang sepertinya ingin ngurusi semua masalah di negeri ini. Setelah ribut-ribut masalah UU BHP di ranah pendidikan tinggi, kini muncul UU yang disahkan DPR dengan judul
UU Kesejahteraan Sosial.

 

Betapa hebatnya negeri ini, ketika angka kemiskinan masih diributkan siapa yang paling akurat dan cermat, tiba-tiba dengan gagah muncul UU tentang Kesejahteraan Sosial. Bayangan kasus lumpur lapindo langsung terbentuk di memori pikiran kita, betapa tidak jelasnya Menko Kesra kita menangani kasus ini, apalagi kasus-kasus penanganan kemiskinan lainnya, baik akibat dari krisis ekonomi maupun karena bencana.

 

Apalagi yang diinginkan para pemimpin negeri ini. Betapa hebatnya kita, terus dan terus menciptakan regulasi yang kadang dengan mudah diingkari sendiri. Sebagaimana kasus Lapindo yang akhirnya justeru sampai sekarang belum selesai, walau sang menteri sendiri sebenarnya punya kewenangan dan policy dalam penyelesaian kasus ini. Mungkin karena berhubungan dengan properti sendiri ya, jadi nggak jelas prosesnya. Ini juga mungkin lho.

 

Dalam Rapat paripurna, Kamis (18/12/2008), DPR mengesahkan UU Kesejahteraan Sosial. Rapat yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono ini menyetujui setiap lembaga yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial harus daftar dulu ke kementerian dan instansi bidang sosial. Dalam UU ini juga dalam pasal 46 ayat 1 berisi bahwa setiap lembaga yang menyelenggarakan kesejahteraan sosial wajib daftar. Sedangkan ayat 2 berisi pendaftaran akan dilaksanakan dengan cepat, mudah, dan tanpa biaya.


UU ini muncul, kata Mensos
nya sich “dalam rangka profesionalitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial diatur pula materi yang mengatur mengenai sertifikasi dan akreditasi bagi lembaga dan pekerja sosial yang menyelenggarakan kesejahteraan sosial”.


Hebatnya, jika ada institusi atau lembaga tidak memenuhi ketentuan itu, maka institusi atau lembaga tersebut akan dikenakan sanksi padal 49 yang berisi peringatan tertulis, penghentian sementara dari kegiatan, pencabutan izin, dan denda administratif.

Hebatkan.

Inilah Indonesia……..


Responses

  1. Bapak nana yg terhormat,
    Kami kelompok pemuda produktif mandiri(kppm) yg berkedudukan di ujung selatan kab semarang berbatasan dgn wily kab boyolali bermaksud meminta saran dan arahan kepada bapak utk membuka jalan dan kesempatan guna bisa terlibat untuk lebih intens mengakomodir pemberdayaan masyarakat khususnya dlm hal penggemukan sapi qurban.harapan kami kelompok peternak kami bisa dilibatkan kedalam kemitraan pembesaran sapi potong khususnya dengan lembaga PKPU yg mjd kewenangan bapak.kelompok kami dgn skala yg masih relatif kecil dan sederhana telah memulai kegiatan pemberdayaan peternak miskin dan pemuda pengangguran sejak tahun 2006. Adapun kontak person kami adlh sbb,
    Prihatmoko yulianto
    Telp 085759867051/085293541559
    Email kppm_semarang@ymail.com
    rachel.ardian@yahoo.co.id

    • terima kasih atas perhatiannya,
      mohon maaf baru saya balas.
      untuk selanjutnya, bagiamana jika perwakilan kppm ke tempat kami saja.
      tepatnya ke kantor pkpu : jl. setiabudi no 70 semarang.
      mohon tlp dulu sebelumnya di 024-7477405
      terima kasih

  2. uu dan peraturan dibuat utk tertip,apalagi kalau itu mengurus kesejahteraan masyarakat seperti LSM/NGO, tampa tertip maka si MISKIN akan jadi komoditi objekan oleh oknum ngo/ngo untuk cari uang dan saat ini lagi marak meng objekkan kemiskinan, mulai dilampu merah sampai lembaga-lembaga donör/pbb,memang saat ini ada perubahan paradikma,kalau dulu pekerja sosial itu adalah orang yang menyediakan diri berkorban,tenaga,pikiran,uang dan kalau bisa nxawa,namun saat ini gambaran pekerja sosial adalah para profesiol dengan gaji seperti BUMN malah lebih, dengan berbagai fasilitas. tapi simiskin yang diurusnya tak berobah nasibnya, kita juga jangan apriori ada juga yang berhasil,namun terlalu sedikit, makanxa kita tak perlu kebakaran jenggot bila negara meregulasi lsm/ngo,kalau kita bekerja dengan baik untuk kemanusiaan, yaah siapa takuuut. WAssalam. tinggal di gunungsitoli/nias


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: