Oleh: Nana Sudiana | 25 Agustus 2008

Basis Beringin Kian Terancam

 Seputar Indonesia; Selasa, 15 Juli 2008 

MESIN politik Partai Golkar dinilai semakin terancam menyusul hengkangnya be­berapa tokoh penting partai peme­nang Pemilu 2004 tersebut. Bahkan, munculnya parpol baru seperti Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diprediksi akan menggerus lumbung suara Partai Golkar.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qo­dari mengatakan, hengkang­nya sejumlah tokoh penting merupakan pukulan telak bagi Golkar. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan bah­wa di lingkup internal partai beringin banyak persoalan yang harus diselesaikan. “Sa­lah satu persoalannya adalah popularitas Golkar terus me­rosot akibat mesin parpol tidak bekerja maksimal,” kata Qodari kepada SINDO kemarin.

Dia menyatakan, konsoli­dasi internal Golkar sekarang jauh berbeda sebelum Pemilu 2004 lalu. Saat itu, Golkar mampu menggaet tokoh –tokoh penting. Bahkan, tokoh-­tokoh itu seolah-olah enggan melepaskan diri dari Golkar. Qodari menjelaskan, pada Pemilu 2004 Golkar tampil sebagai pemenang karena mampu mempraktikkan demokrasi dengan baik. Salah satunya tercermin dari pelaksanaan konvensi calon presiden (capres) yang baru pertama kali digelar di Indonesia “Sekarang konvensi sudah ditutup. Tentu saja, kader potensial mencari jalan dari partai lain. Kecuali Golkar membuka konvensi, tokoh-tokoh akan kemlbali merapat,”paparnya.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif memprediksi pe­milih Golkar akan menurun hingga 36%. Menurut dia, berdasarkan survei Reform Institute awal 2008 di 33 pro­vinsi, penurunan perolehan suara Golkar cukup signifikan. Dalam survei itu ditemukan, pemilih Golkar pada Pemilu 2004 hanya tersisa 64%. Selebihnya, konstituen Golkar berpindah ke partai lain.
Pada Pemilu 2004, Golkar berhasil menjaring 24.480.757 suara atau 21,58% secara na­sional. Jika terjadi penurunan 36 %, perolehan suara Golkar pada Pemilu 2009 diperkira­kan menjadi 15.567.754 atau terjadi penurunan sebesar 8.913.003 suara.
 
Di tempat terpisah, Ketua Harian II Badan Pengendali Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Firman Su­bagyo menyatakan, konsoli­dasi mesin politik tidak ter­ganggu dengan banyaknya tokoh yang hengkang. Me­nurut dia, infrastruktur Gol­kar telah tersusun rapi dan tidak bergantung.pada tokoh tertentu.
Mengenai kepergian Pra­bowo, Firman menilai itu hanya bagian dari rivalitas dengan Wiranto yang juga mendirikan parpol. Sebab, kata Firman, sejarah menun­jukkan setiap kemunculan Wiranto selalu ada Prabowo. “Mas Prabowo mengajukan Surat pengunduran secara resmi. Ini artinya dia masih menjunjung tinggi etika politik dan hati kecilnya belum ‘rela’ keluar dari Golkar. Ya itu tadi, hanya rivalitas dengan Pak Wiranto,” kata­nya di Kantor DPP Partai Golkar kemarin.
 
Pihaknya optimistis suara Golkar tidak surut dengan hengkangnya Prabowo. Se­bab, kata dia, saat ini masya­rakat sudah mampu berpikir secara rasional dalammenen­tukan pilihan. (ahmad baidowi)
 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: