Oleh: Nana Sudiana | 1 Juli 2008

Pilgub Jatim ; Black Campaign Mulai Marak

 

Menjelang pemilihan gubernur Jatim, 23 Juli 2008 suasana politik Jatim mulai memanas. Bahkan di beberapa tempat telah muncul nuansa black campaign secara terbuka pada salah satu calon.

 

Di Nganjuk, paska shalat jum’at, umat Islam yang berada di sekitar Masjid Agung Nganjuk dikejutkan dengan munculnya ratusan poster dan selebaran bergambar salah satu calon gubernur yang dituding anak komunis.


Menurut pantauan, ratusan poster itu tertempel di antaranya di Jalan Megantoro, Jalan Basuki Rahmad, dan Jalan Ahmad Yani. Selain bergambar Soekarwo, terdapat tulisan bernada provokatif tentang pengakuan seseorang yang menyatakan pasangan Syaifullah Yusuf itu sebagai keturunan PKI. Selain itu masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi konflik antara kelompok komunis dengan Nahdlatul Ulama (NU).


black campaign terhadap salah satu calon gubernur tidak hanya beredar di Kota Nganjuk, di Jember, bentuknya bukan saja poster, namun juga berupa VCD, peredaran itu bahkan sudah masuk ke salah satu Pondok Pesantren di Jember.


Soejarwo, salah satu anggota Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.


Ia mengatakan, pada Jumat (30/5) lalu Pondok Pesantren Al Ikhlas pimpinan KH Anshori yang berlokasi di Kecamatan Rambipuji mendapatkan kiriman yang dikemas dalam amplop dari kota Yogyakarta. Namun setelah dibuka, ternyata terdapat dua selebaran dan sebuah VCD durasi satu menit yang isinya diduga mendiskreditkan salah satu calon gubernur Soekarwo.


“Pak kiai lalu mengontak saya. Setelah musyawarah ahirnya kami sepakat untuk membawa selebaran itu ke kepolisian dan Panwas Kabupaten Jember agar diproses,” kata Soejarwo, Minggu (1/6/2008).


Dalam selebaran itu, si pengirim mencatumkan atas nama Koeshendratmo S Jalan Kapten P Tendean Wirobrajan 55282 Yogyakarta dengan cap pos Piyungan tertanggal 22 Mei 2008. Sedangkan surat itu ditujukan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas, tidak ada nama pengasuhnya dan berlokasi di Jalan Pemuda 31,

65152 Jember.

 

(Sumber : okezone.com, Jum’at, 30 Mei 2008 & 1 Juni 2008)


Responses

  1. piye tho?
    masih jaman toh black propaganda kayak gini?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: