Oleh: Nana Sudiana | 25 Juni 2008

PILGUB JATENG ; GOLKAR KALAH DI JAWA TENGAH

Kemenangan Pasangan Bibit-Rustri dari PDIP dalam Pilgub Jateng menyisakan tanda tanya bagi sebagian orang di Jawa Tengah. Mengapa bukan Bambang-Adnan yang menang. Pertanyaan ini wajar dilontarkan mengingat sosok Bambang dari Partai Golkar merupakan sosok yang paling lama kampanye. Lebih dari setahun barangkali warga Jateng disuguhi wajah Bambang Sadono dimana-mana, bukan hanya di pemberitaan media, namun juga di poster, baliho besar, di branding mobil tim suksesnya serta di berbagai poster atau leafleat jauh sebelum kampanye resmi. Sekali lagi pertanyaan mengapa Bambang dan Golkarnya bisa kalah merupakan pertanyaan menarik. Bagaimana sebenarnya efek kampanye terlalu dini bagi seorang calon gubernur (kepala daerah). Dalam kasus Bambang ternyata tidak cukup signifikan.

 

Paska kekalahan Bambang-Adnan, wajar jika partai Golkar resah. Bukankah pemilu 2009 tidak lama lagi. Pemilu bukan sekedar adu citra, tapi lebih pada unjuk kemampuan, performance serta kapasitas partai. Setelah kalah di Jabar, Sumut, kini Golkar menambah kekalahan satu lagi di Jawa Tengah. Disebabkan karena kekalahan ini, DPP Partai Golkar langsung melakukan evaluasi.    

Reaksi DPP Golkar Paska Kekalahan

DPP Partai Golkar  langsung konsolidasi. Ia tidak ingin peristiwa ini berimbas lebih jauh. Sekjen DPP Partai Golkar Sumarsono mengatakan, kekalahan Bambang Sadono-M Adnan disebabkan oleh figur. Faktor lainnya adalah kurang optimalnya penggalangan dan pemenangan mesin partai. Ia mengatakan bahwafaktor figur sangat menentukan dalam pilkada. Bahkan, 50 hingga 60 persen kemenangan ditentukan oleh figur. Sementara, mesin partai hanya 10-15 persen.


Selain Sumarsono, Andi Mattalatta, salah satu  Ketua DPP Partai Golkar juga mengatakan,” kekalahan disebabkan karena proses penggalangan dan pemenangan yang tidak optimal. Calonnya sudah tepat. Masalahnya, apakah pendukung Golkar itu ikut memilih. Tim pemenangan terlalu mengandalkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dalam melakukan sosialisasi Pilkada,’’ katanya di sela-sela rapat kerja dengan Komisi III DPR. Padahal seharusnya kader memastikan setiap simpatisan dan kader terdaftar sebagai pemilih. ’’Lalu dilakukan mobilisasi agar pada hari-H datang ke TPS. Bahkan jika perlu, yang jauh dari TPS disediakan mobil.’’


Sumarsono mengakui, meski awalnya hasil survei Bambang-Adnan cukup tinggi, kehadiran Rustriningsih yang digandeng oleh Bibit Waluyo langsung membuat hasil survei berubah. Faktor tersebut ditambah fakta bahwa Jateng menjadi basis partai berlambang banteng bermoncong putih. ’’DPP bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.’’


Dia menambahkan, ada alasan kuat atas kekalahan yang dialami Golkar, apalagi kekalahan tersebut ditentukan oleh figur. ’’Secara organisasi, kita tetap bertanggung jawab, sehingga tidak relevan bila kekalahan pilkada dikaitkan dengan Pemilu 2009.’’


Hal senada dikatakan Ketua I Badan Pelaksana Harian Bapilu DPP Partai Golkar Firman Soebagyo. Menurutnya, Golkar sudah memprediksi bahwa kekuatan calon dari PDI-P sangat luar biasa. ’’Kekuatan ada pada figur Rustriningsih sebagai tokoh perempuan satu-satunya. Selain itu, keberhasilannya selama memimpin Kebumen juga sudah terukur. Selain itu, perempuan menjadi idola dan menjadi tren baru,’’ katanya.


Lebih lanjut Firman menjelaskan, masyarakat di pelosok desa banyak yang tidak mengenal calon yang diajukan partainya. Menurutnya, hal itu disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terhadap pilkada cukup tinggi. Penyebab lainnya, kurangnya sosialisasi dan tokoh yang dicalonkan kurang populer. Menurut Firman, karena Golkar sudah ’’terlanjur’’ mencalonkan Bambang-Adnan, maka Golkar tetap konsekuen.


Ketua FPG Priyo Budi Santoso berpendapat, kekalahan yang dialami Golkar bukan kiamat. Sebab, kekalahan dalam pilkada bukan cerminan kekalahan dalam Pemilu 2009. ’’Kita lihat saja nanti di Pemilu 2009. Yang jelas, Golkar masih memenangkan pilkada di 41 persen wilayah. Ini yang kurang terekspos,’’ katanya.

 

(Bahan diolah sebagian besar dari Suara Merdeka, Selasa, 24 Juni 2008)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: