Oleh: Nana Sudiana | 13 Mei 2008

ZAKAT & KEMISKINAN

Persoalan kemiskinan laksana lingkaran tanpa ujung. Sulit mengurai dan mencari celah penyelesaiannya. Dari tahun ke tahun, angka kemiskinan terus bertambah seiring laju pembangunan yang terjadi. Anehnya, di saat yang sama tingkat perolehan lembaga-lembaga zakat-pun meningkat dari tahun ke tahun. Logikanya, kalau semakin banyak lembaga zakat yang mampu menghimpun dana Zis yang ada di masyarakat, paling tidak akan berpengaruh secara signifikan. Minimal laju kemiskinan menjadi melambat atau kalau perlu dapat berkurang dari angka sebelumnya.

 

Pertanyaan apakah atau bisakah zakat mengentaskan kemiskinan sudah terdengar sejak lama. Dan jawabannya ternyata belum satu kata. Ada begitu banyak ragam jawaban yang muncul. Salah satu jawaban yang menyatakan bisa adalah jawaban yang berasal dari kalangan pengelola zakat. Sedang yang justeru mengatakan belum umumnya yang berada di luar lingkaran pengeloa zakat.

 

Dalam persfektif lembaga zakat, proses pengoptimalisasian dana zakat tergantung pada visi kemandirian lembaga, kemampuan pendayagunaanya serta pada kapasitas mustahiknya sendiri. Dana zakat yang ada memang selama ini didayagunakan kepada para mustahik yang berhak bukan sekadar sebagai bantuan konsumtif namun juga produktif selama tidak menyimpang dari syariat zakat. Dengan pendayagunaan yang produktif, tepat sasaran dan berkelanjutan, zakat diharapkan akan mampu mengubah kaum dhuafa (mustahik) menjadi muzakki di masa mendatang.

 

Zakat Tiang Utama Penanggulangan Kemiskinan

Bagi kami di PKPU, zakat dan juga Infaq dan Shadaqah merupakan faktor yang sangat signifikan dan mendasar dalam proses pengentasan kemiskinan. Dengan zakat, akan terwujud keseimbangan dalam distribusi harta dan kepemilikan, sehingga harta itu tidak hanya dikuasai oleh orang-orang kaya saja. Selain itu zakat juga dapat menjadi perekat sosial dan merupakan komponen penting syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.

 

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (Qs. Al Baqarah : 195)

 

Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudar-saudaramu seagama(Qs. At Taubah: 11).

 

Sekali lagi, zakat memang benar-benar akan mampu mengentaskan kemiskinan, bukan saja mengentaskan kemiskinan dalam pengertian bendawi, namun juga kemiskinan dalam arti esensi. Dengan demikian, sesungguhnya, yang dientaskan terlebih dahulu adalah orang-orang kayanya (Aghnia), kalangan muzakkinya. Mengapa demikian? Sebab, dengan zakat yang mereka salurkan (keluarkan), mereka mengentaskan kemiskinan yang terdapat di dalam diri mereka sendiri. Seperti sifat tamak, serakah dan kikir. Jadi, membersihkan mereka dari kemiskinan yang sifatnya ruhiyah. Setelah itu barulah dampaknya menyebar ke obyek zakatnya.

 

Pengentasan kemiskinan di dalam Islam sendiri harus di dukung sepenuhnya oleh dua instrument, yaitu: Pertama, pengarahan dan bimbingan agama dan aqidah. Kedua, kepastian hukum negara. Di sini diperlukan seperangkat hukum dan lembaga yang memiliki landasan yang kuat untuk memaksa ummat muslim yang mampu untuk membayarkan zakat-nya.

 

Untuk point pertama, mungkin kini sudah tidak efektif lagi, akan tetapi harus terus di coba terus. Sistem telah membuat hati sebagian besar ummat membantu; bahkan, tak peka lagi terhadap kemiskinan antar sesama! Point yang kedua masih bisa diupayaakan dan terus di upayakan. Untuk itu dibutuhkan persiapan-persiapan yang benar-benar matang.


Responses

  1. keren,, memang harusnya zakat bisa mengatasi kemiskinan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: