Oleh: Nana Sudiana | 9 Januari 2008

MUSIBAH DAN KEMISKINAN

Di balik berbagai musibah yang menimpa kita akhir-akhir ini, ternyata didalamnya terkadang ada ada hikmah dan ibrah yang bisa kita ambil. Dalam peristiwa apapun, Allah SWT seolah punya cara tersendiri untuk memberikan pelajaran yang amat berharga pada mahluk-Nya. Bagi manusia, untuk bisa mengambil  hikmah dan ibrah dari peristiwa yang terjadi kadang tidak mudah. Ada faktor emosi, nafsu serta kesombongan diri untuk mengakui dan menyadari bahwa Allah memang mampu berkuasa atas segala sesuatu.  

Kalau sudah ada unsur kesombongan dalam hati seorang manusia, maka dengan segera hatinya menjadi bagai tertutup awan kegelapan. Ia tidak bisa lagi memandang secara arif dan penuh kejernihan terhadap berbagai hal yang terjadi.  Kepekatan akan segera melingkupi cara pandang dan logika yang bersih seorang manusia. Apabila pemaknaan akan musibah ini salah sejak awal, maka yang terjadi kemudian adalah timbulnya tindakan yang salah dan justeru bisa merugikan banyak pihak.   

 

Kita umat Islam, harusnya mampu  memaknai segenap cobaan dan musibah yang datang menimpa kita dengan lebih baik. Musibah itu sendiri, selama ini dikonotasikan sebagai sebuah peristiwa insidental yang ketika datang terasa amat merugikan manusia. Musibah ini banyak jenis dan ragamnya, namun dari beberapa jenis musibah tersebut, umumnya berupa peristiwa-peristiwa peperangan antar kelompok, bencana alam, wabah penyakit, kebakaran dan lain-lain. Walaupun berakibat cukup fundamental bagi orang-orang yang terkena musibah, tetap saja peristiwa yang terjadi tersebut bersifat sementara dan terbatas lingkupnya. Artinya ia terjadi secara mendadak dan kadangkala sulit diprediksi kedatangannya. Makanya begitu ia datang, banyak orang yang tidak siap menerima dan menghadapinya.  

Kemiskinan adalah juga “Bencana”

Hal ini agak berbeda kondisinya dengan masalah-masalah laten yang selama ini telah lekat dengan kaum muslimin. Masalah laten ini diantaranya adalah masalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan pendidikan serta kurangnya kualitas Sumberdaya manusia. Kemiskinan yang terjadi pada sebagian dari umat ini telah berumur cukup lama. Mereka yang miskin, tak jarang telah hidup dengan kemiskinan mereka selama bertahun-tahun, bahkan bisa pula ada yang sudah puluhan tahun. Anak-anak yang lahir dari keluarga seperti ini biasanya secara otomatis menyandang predikat miskin sejak kecil. Kehidupan mereka seolah tidak pernah bisa keluar dari rumitnya lingkaran yang kadang telah berubah menjadi masalah yang cukup kompleks. 

Beratnya masalah kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan yang terjadi pada tubuh umat Islam ini sesunguhnya akan terkurangi dengan cara yang sistematis dan cukup solutif ketika terjadi kesadaran yang cukup massif dari para orang kaya dan mereka yang berkecukupan hartanya untuk berkorban, berzakat, sodaqoh, serta berinfaq. Zakat yang merupakan salah satu rukun Islam yang kelima, seharusnya telah dirasakan sebagai kewajiban bagi kaum muslimin. Rukun Islam ini pula yang secara fungsional langsung bersentuhan dengan permasalahan sosial kemasyarakatan.

Lewat aturan-aturan yang ada dalam zakat, seorang mu’min misalnya akan tahu betapa dalam harta yang dimilikinya terkandung harta orang lain yang harus ia keluarkan haknya. Dengan begitu ia menjadi orang yang terus menerus terdidik dirinya untuk peduli pada orang lain.  

Secara sosial hal ini jelas sangat menguntungkan bagi hubungan antar komponen umat. Yang miskin pun dengan sendirinya tidak akan pernah merasa dilupakan oleh orang mu’min yang kaya. Mereka akan merasa aman, terlindungi dan terperhatikan kesejahteraanya dengan baik. Dari hubungan yang sehat, harmonis dan penuh keseimbangan tersebut akan lahir kekuatan umat yang mampu membawa umat melintasi segala macam kesulitan. Kondisi itu pula yang pada akhirnya mampu menjadi daya dorong yang tinggi bagi pengentasan masalah umat secara keseluruhan.

Wallahua’alam bishowwab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: