Oleh: Nana Sudiana | 23 Desember 2007

PERLUKAH KITA ME-MENEJ AKTIVITAS?

Tulisan sederhana ini diawali dari pertanyaan yang seringkali menggelitik penulis, benarkah semakin sibuk seseorang, semakin sering ia akan terlambat.

Bagi orang biasa, yang hidup bukan sebagai publik figur serta tidak memiliki amanah dan tanggungjawab apapun, keterlambatan yang terjadi barangkali tidak akan berdampak banyak pada apapun. Tapi bagi seorang pemimpin–apalagi mereka yang sekaligus berada di ranah publik–keterlambatan bisa berarti banyak. Hal itu akan berpengaruh bukan saja pada citra diri pelakunya, namun justeru yang kita khawatirkan adalah akan juga berdampak pada kepercayaan dan kredibitas kepemimpinan itu sendiri. Tulisan sederhana di bawah ini mencoba menemukan kiat praktis agar kita mampu me-menej aktivitas harian kita dengan baik. Walaupun cukup singkat, mudah-mudahan bisa kita implementasikan.

Kenali Pola Aktivitas, dan menej dengan baik

Sebelum melangkah pada pengertian manajemen, ada hal esensial yang harus kita jawab terlebih dahulu. ”Sudahkah kita mengenal dan memahami pola aktivitas harian kita dengan baik?”. Sudahkah kita mampu mengukur seberapa mampu kita melakukan sesuatu?”. Terakhir, ”Sudahkah kita benar-benar mengenal dengan baik siapakah sebenarnya diri kita?”. Tanpa kita menemukan jawaban-jawaban tadi dengan baik, kita akan mengalami kesulitan dalam me-menej aktivitas kita. Bagaimana kita bisa mengatur, kalau apa yang akan kita atur tidak kita ketahui dengan baik. Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Pengaturan ini tidak berada di ruang hampa. Ia harus diletakan dalam lanskap sebuah kehidupan manusia dengan segala kompleksitas masalah yang dihadapinya. Me-menej aktivitas dengan sendirinya berarti melaksanakan aktivitas sehari-hari yang terkelola atau berada dalam pengaturan secara optimal untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Empat Kiat Sukses Me-Menej Aktivitas

Pengaturan aktivitas harian yang sukses tidak lepas dari adanya empat unsur yang senantiasa kita harus lakukan, yaitu : Perencanaan aktivitas yang rinci dan jelas, Pengorganisian agenda aktivitas, Pengelolaan aktivitas, serta Evaluasi agenda secara rutin.

1. Perencanaan aktivitas yang rinci dan Jelas

Kegiatan pertama seseorang yang ingin sukses dalam me-menej aktivitasnya adalah melakukan perencanaan secara rinci dan jelas. Hal ini dimaksudkan agar sejumlah aktivitas yang akan dilakukan bisa terukur dengan mudah serta dapat diprediksi dengan akurat. Bentuk perencanaan ini dalam teknisnya bisa dilakukan pada malam hari sebelum tidur atau pada saat pagi-pagi sekali, sebelum ada aktvitas harian. Bisa menuliskannya di buku agenda harian khusus atau bisa juga pada kertas apapun yang dianggap bisa menjadi media pengingat aktivitas Semakin rinciannya jelas, semakin baik pula hasil yang akan diperoleh oleh seseorang. Segala kemungkinan buruk-pun dengan leluasa dapat terprediksi dengan jelas.

2. Pengorganisian agenda aktivitas

Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu mekanisme teknis maupun non teknis yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga potensi diri bisa dioptimalkan dengan baik. Pengorganisasian ini juga bertujuan mengatur suatu kegiatan besar yang mungkin sangat strategis bagi kehidupan seseorang menjadi kegiatan-kegiatan operasional yang lebih kecil dan sederhana. Pengorganisasian aktivitas ini misalnya, ketika seseorang ingin menjadi pengusaha besar, ia harus mulai melakukan sejumlah aktivitas-aktivitas kecil yang dia siapkan sebagai landasan bagi aktivitas besar tersebut. Contoh teknis yang lain misalnya, ketika seseorang yang sedang studi S1 atau S2 akan menyusun skripsi atau thesis, maka dengan sendirinya dia harus mulai melakukan aktivitas-aktivitas kecil pendukung pembuatan skripsi atau thesisnya seperti : jalan-jalan ke perpustakaan atau toko buku utuk hunting bahan penulisan, melakukan browsing internet untuk mendapatkan bahan terpilih, atau aktivitas kecil lainnya yang relevan. Apabila aktivitas besar kita telah terorganisir dengan baik, insyaallah metode grusak-grusuk bisa kita minimalisir.

3. Pengelolaan Aktivitas

Mengelola aktivitas adalah suatu tindakan untuk mengusahakan seluruh sumberdaya yang ada (tenaga, pikiran, waktu serta dana) mampu diarahkan untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan yang diinginkan.. Jadi pengelolaan aktivitas artinya adalah mengatur ritme sumber daya pribadi dengan penuh kesadaran untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership) secara pribadi.

4. Evaluasi atau Pengawasan (Controling)

Pengawasan merupakan tindakan seseorang untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu aktivitas yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Wallahua’lam bishowwab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: