Oleh: Nana Sudiana | 22 Desember 2007

BERHARAP PADA PILGUB JAWA TENGAH 2008?

Pemilihan Umum atau Pemilu baik dalam kerangka pemilihan legislatif ataupun eksekutif seperti presiden, gubernur atau walikota/bupati bagi sebagian orang adalah ladang transaksi kepentingan. Ada banyak orang yang memanfaatkan situasi pemilu, terutama mereka yang mengerti betul “irama permainan” yang terjadi. Pertanyaannya, pada momentum pilgub tahun 2008 di Jawa Tengah, bisakah kita berharap akan mendapatkan perubahan ke Arah yang lebih baik?.

Pilgub dan Perubahan

Apabila kita jeli mencermati realitas di masyarakat Jawa Tengah, sebenarnya ada begitu banyak bagian dari masyarakat yang “tidak merasa punya kepentingan” dengan pemilu. Walau belum ada survey yang secara valid membuktikan kebenaran asumsi ini kenyataan di lapangan menunjukan masyarakat yang ada, khususnya yang berada di Jawa Tengah masih lebih banyak yang berkutat di isu-isu dasar kehidupan sehari-hari, seperti masalah kemiskinan, pengangguran, naiknya harga-harga, masalah kesehatan yang terus mahal serta berbagai isu-isu kemasyarakatan yang umumnya berputar tidak jauh dari persoalan tadi. Sepertinya diperlukan untuk menjajaki sejauhmana tingkat realitas masyarakat yang ada dalam mensikapi pilgub yang secara langsung akan mencari sosok pemimpin tertinggi di propinsi ini. Dalam konteks penjajakan tersebut, alangkah ideal jika dibandingkan berapa banyak masyarakat yang optimis terhadap perubahan yang dimulai dari pilgub atau mereka yang pesimis terhadap pilgub Jawa Tengah. Secara kasat mata, di lapangan sepertinya kita akan lebih mudah bertemu dengan orang yang pesimis atau minimal tidak mau tahu dengan pemilu dibanding jika kita mencari orang yang optimis perubahan akan bergulir dari pemilu yang akan terselenggara.

Bagi mereka yang optimis, ia meyakini bahwa pilgub akan menghasilkan banyak perubahan, mulai dari penguasa (gubernur) yang mungkin bisa berganti, yang juga akan berimbas pada perubahan tatanan sistem yang ada. Diantara yang optimis juga tumbuh harapan, bahkan tak sedikit yang yakin bahwa Pilgub merupakan jalan satu-satunya untuk melakukan perubahan. Berbagai persoalan yang ada selama ini terjadi diharapkan akan ada titik terang penyelesaian melalui Pilgub yang akan melahirkan seorang gubernur dan wakil gubernur pilihan. Apalagi, katanya, Pilgub sekarang berbeda dengan periode sebelumnya, terutama karena rakyat akan memilih langsung pemimpin mereka di Jawa Tengah. Artinya, Pilgub sekarang ini dipandang akan lebih mencerminkan kehendak dan dukungan rakyat. Apa yang dihasilkan nanti benar-benar merupakan aspirasi rakyat. Dengan demikian, Pemilu saat ini diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan bagi kehidupan masyarakat. Betulkah demikian?

sebaliknya, mereka yang memiliki pandangan pesimis berasumsi bahwa ada atau tidak ada pilgub, persoalan-persoalan yang ada kadung telah menjadi kompleks, artinya faktor gubernur dan wakil gubernur baru tidak mesti akan serta merta mampu menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi maysarakat. Asumsi terhadap “tidak signifikannya” faktor gubernur menjamin berlangsungnya perubahan ketika para pengikut asumsi pesimis melihat daerah-daerah lain yang telah melangsungkan Pilgub dan kemudian mendapatkan sosok gubernur baru yang didukung rakyat juga tidak bias berbuat banyak. Walau kapasitas pribadi gubernur cukup memadai sekalipun, rakyat kadang tetap saja belum yakin jika gubernur yang mereka pilih punya keberanian menegakan aturan main yang fairplay terhadap sejumlah permasalahan yang terjadi.

Sekedar Pilgub, apanya yang berubah?

Pilgub Jateng memang sebuah proses menuju kondisi yang lebih baik, namun terlalu berharap banyak pada pilgub juga rasanya tidak adil. Setidaknya ada dua catatan kalau kita ingin pilgub ini mampu berperan di masa depan Jawa Tengah.

Pertama, Kita semua tahu, pemilih sekarang bukan didominasi orang-orang yang paham dan mau tahu apa atau siapa yang mereka pilih. Masyarakat, termasuk di Jawa Tengah masih memiliki ”naluri politik rendah”, mau menggadaikan kepercayaan serta amanah politik mereka hanya sekedar ”pelicin” beberapa ribu rupiah saja. Dalam benak masyarakat secara umum, masih belum terpikirkan masalah kualitas yang mereka pilih. Apalagi sampai berpikir bagaimana nantinya di masa yang akan datang setelah calonnya menang.

Kedua, dari sisi calon yang ada, kita sampai detik ini belum menemukan indikasi seorang pemimpin sejati yang mau mencintai rakyatnya dan mau berkorban apa saja demi perbaikan yang menjadi cita-cita masyarakat secara umum. Kebanyakan pemimpin yang ada, lebih senang membangun performance diri daripada bekerja untuk rakyat. Coba saja kita lihat ribuan spanduk yang tersebar di berbagai pelosok Jawa Tengah. Semua calon seakan ingin mengatakan ”akulah yang terhebat”, ”akulah yang paling didukung masyarakat” (hanya karena polling yang kadang tak jelas akurasinya) serta ”akulah yang paling pantas dan tepat untuk memimpin Jawa Tengah”.

Dari realitas tadi, pilgub akan mampu merubah masyarakat jika proses yang terjadi mampu mencerminkan pola dan model edukasi yang signifikan bagi peningkatan kualitas masyarakat Jawa Tengah. Pilgub juga bukanlah satu-satunya metode yang dapat melakukan perubahan dalam masyarakat, hal ini terjadi karena dalam berbagai Pilgub di berbagai daerah, Pilgub hanyalah salah satu cara untuk memilih gubernur, tapi bukan metode perubahan masyarakat. Jadi kalau masih tetap berharap pada pilgub, silahkan saja.


Responses

  1. iya dimana2 sama, kalo ga ada duitnya orang disuruh nyoblos aja kagak ada yang mau. ampe pilkada dan pilgub kita kemaren TPS TPS pada sepiii. Kasian ya, rakyat kita belon bisa ngerti berharganya suara mereka yang cuman satu itu

  2. yang dipentingkan para cagub adalah memang suara, sehingga edukasi pemilih atau rakyat kurang terperhatikan dengan baik. Kapan ya kita bisa punya pemimpin yang mencintai rakyatnya, bukan malah jadi penguasa yang minta dilayani dan dihormati.

  3. klo saya ma bosen milih kayak gituan….belum ada perubahan

  4. .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: