Oleh: Nana Sudiana | 21 Desember 2007

MENITI HARI DENGAN BERBAGI

Tak terasa, hari begitu cepat berlalu dan tiada. Jejak langkah kemarin seakan menghilang tak menjelma apa-apa. Impian-impian yang sempat tercipta berjalin berkelindan seakan memudarkan realitas yang tercipta. Tapak-tapak yang tertoreh, seakan dengan cepat tersamar tanpa jeda. Tak terasa, tahun 2007 akan segera berakhir dan 2008 segera menjelang. Dari pergantian moment tahun seperti ini, sebenarnya bukan pesta yang harus kita lakukan atau kemeriahan ;ain yang kadang tanpa makna. Yang lebih penting dan justeru sering dilupakan banyak orang adalah INTROSPEKSI, Dengan introspeksi kita bisa dengan jernih menilai sejauhmana langkah-langkah yang telah kita lakukan. Sejauhmana keberhasilan, kegagalan serta kesuksesan yang telah kita raih. Kita semua tahu, saat ini, kondisi kehidupan kita seakan menjalani hari-hari laksana meniti anak-anak tangga. Dan pada saat yang sama, orang-orang seakan berlomba mengejar gelimang dunia yang fana. Teriakan kesakitan, keluhan serta rintihan dari orang lain seakan tak terdengar kala mereka disibukan mengumpulkan pundi-pundi gelimang kehidupan dunia. Barangkali, sedikit banyak, kita juga memiliki peluang yang sama sebagaimana mereka, menjadi serigala atas nama harta dan kuasa. Hanya kesadaran dan kekuatan nilai-lah yang mampu memberikan daya kekuatan untuk kita bisa menghindar dari jebakan perilaku buas manusia tanpa moral dan etika. Disinilah perlunya kita berbagi, berselancar menjangkau rentang luas medan empati. Siapapun kita, ketika kita mampu berbagi, kita akan sampai pada perasaan bahwa kita memang memiliki kelebihan dari yang lain. Lewat peran berbagi dengan orang lain kita akan merasakan ada yang membutuhkan dan memerlukan kita, hingga secara psikologis kita mendapatkan kesenangan (saat bisa membantu), ketenangan serta kepuasan. Untuk mengoptimalkan peran kepedulian seperti itulah kepekaan kita terhadap lingkungan sekeliling kita harus terus kita asah. Hal ini tak lain, agar keberadaan kita bukan sekedar ada atau tetap hidup, namun ada limpahan kemanfaatan kita saat keberadaan kita hadir dimanapun didunia ini. Saat ini, sekecil apapun perubahan yang kita ingin lakukan, tanpa adanya kebersamaan dan dukungan dari banyak pihak rasanya hanyalah akan berhenti pada ide semata. Karena itulah, mari maju bersama, memulai perubahan nyata bagi sesama. Sebagaimana Rosulullah bersabda ”sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang paling memberikan manfaat”. Wallahualam bishowwab.Kelud Raya 22, 22 Desember 2007


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: