|
Seputar Indonesia; Selasa, 15 Juli 2008 MESIN politik Partai Golkar dinilai semakin terancam menyusul hengkangnya beberapa tokoh penting partai pemenang Pemilu 2004 tersebut. Bahkan, munculnya parpol baru seperti Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diprediksi akan menggerus lumbung suara Partai Golkar.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, hengkangnya sejumlah tokoh penting merupakan pukulan telak bagi Golkar. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan bahwa di lingkup internal partai beringin banyak persoalan yang harus diselesaikan. “Salah satu persoalannya adalah popularitas Golkar terus merosot akibat mesin parpol tidak bekerja maksimal,” kata Qodari kepada SINDO kemarin.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif memprediksi pemilih Golkar akan menurun hingga 36%. Menurut dia, berdasarkan survei Reform Institute awal 2008 di 33 provinsi, penurunan perolehan suara Golkar cukup signifikan. Dalam survei itu ditemukan, pemilih Golkar pada Pemilu 2004 hanya tersisa 64%. Selebihnya, konstituen Golkar berpindah ke partai lain. Pada Pemilu 2004, Golkar berhasil menjaring 24.480.757 suara atau 21,58% secara nasional. Jika terjadi penurunan 36 %, perolehan suara Golkar pada Pemilu 2009 diperkirakan menjadi 15.567.754 atau terjadi penurunan sebesar 8.913.003 suara. Di tempat terpisah, Ketua Harian II Badan Pengendali Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Firman Subagyo menyatakan, konsolidasi mesin politik tidak terganggu dengan banyaknya tokoh yang hengkang. Menurut dia, infrastruktur Golkar telah tersusun rapi dan tidak bergantung.pada tokoh tertentu. Mengenai kepergian Prabowo, Firman menilai itu hanya bagian dari rivalitas dengan Wiranto yang juga mendirikan parpol. Sebab, kata Firman, sejarah menunjukkan setiap kemunculan Wiranto selalu ada Prabowo. “Mas Prabowo mengajukan Surat pengunduran secara resmi. Ini artinya dia masih menjunjung tinggi etika politik dan hati kecilnya belum ‘rela’ keluar dari Golkar. Ya itu tadi, hanya rivalitas dengan Pak Wiranto,” katanya di Kantor DPP Partai Golkar kemarin. Pihaknya optimistis suara Golkar tidak surut dengan hengkangnya Prabowo. Sebab, kata dia, saat ini masyarakat sudah mampu berpikir secara rasional dalammenentukan pilihan. (ahmad baidowi) |
