Oleh: Nana Sudiana | 23 Juli 2008

HASIL PILGUB JATIM ; KARENA POPULARITAS ATAU MESIN POLITIK ?

 

Beberapa Hasil Quick Count Pilgub Jatim

Pilgub Jatim hari ini telah digelar dalam suasana aman dan damai, berikut ini beberapa hasil quick count yang berlangsung seiring proses yang terjadi di tengah dinamika pemilihan gubernur di Jawa Timur.

 

Versi LSI

Versi quick count LSI hingga pukul 16.22 WIB,  pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) menempati juara pertama dengan perolehan 26,95% suara.


Setelah Karsa, urutan kedua diduduki oleh pasangan
Khofifah-Mudjiono (Kaji) dengan 25,12 %, urutan ketiga ditempati pasangan Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR 21,39 %), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) 19,55 %, dan pasangan Achmady-Suhartono (Ahsan) 7,65 %. Penghitungan ini sudah 92 persen dari 400 TPS sample.

 

Versi Puskaptis

versi penghitungan cepat (quick count) Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyebutkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) juga unggul dalam Pemilihan Gubernur Jatim hari ini. Bahkan dari hasil tersebut, KarSa diprediksi akan memenangkan cukup satu putaran. Sebab perolehan suaranya mencapai 31,34 %.


“Menurut quick count kami, Karsa tidak perlu melakukan putaran kedua karena perolehan suaranya mencapai 30 % + 1,” jelas Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Rabu  (23/7/2008).Menurut Husin, quick count Puskaptis menggunakan teknik Multistate Random Sampling untuk mengambil data dari 300 – 350 TPS yang tersebar di 38 kecamatan yang meliputi 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.


Dengan margin error 1-2 %, serta metode yang digunakan untuk mengumpulkan data didapat dengan mencatat jumlah suara sah langsung pada TPS yang dimulai pukul 13.00 hingga 16.30.


Karsa sendiri unggul di sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti di Kota Kediri dengan 63,97 %, Kabupaten Pacitan dengan 59,24 % ataupun Kabupaten Jombang dengan 44,34 %.


Inilah hasil quick count versi Puskaptis : Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono 26,16 %, Sutjipto-Ridwan Hisjam 17,95 %, Soenarjo-Ali Maschan Moesa 17,80 %, Achmady-Suhartono 6,75 %  dan Soekarwo-Saifullah Yusuf 31,34 %.

 

Versi LSN

Sementara itu, berdasarkan perhitungan cepat, LSN bekerjasama dengan Surabaya Survei Centre (SSC), mencatat bahwa pasangan Soekarwo-Sayifullah Yusuf (Karsa) masih memimpin perolehan suara dengan persentase 29,76, disusul oleh Khofifah-Mudjiono (Ka-Ji) dengan persentase 25,65.


Sedangkan tiga pasangan lainnya yaitu Soetjipto-Ridwan memperoleh 20,32 persen, Soenarjo-Ali Maschan 18,17 persen dan Achmadi-Suhartono memperoleh 6,20 persen.

 

Hancurnya Dominasi Partai Besar

Pemilihan Gubernur Jatim baru saja berlangsung hari ini. Kondisi yang terjadi, ternyata berjalan penuh kejutan. Menjadi parpol raksasa di Pemilu 2004 lalu bukan jaminan bisa memenangkan Pilkada Jawa Timur (Jatim). PKB dan PDIP yang menjadi raksasa di Jatim semakin dekat dengan kekalahan. Sebab, berbagai hasil quick count menunjukkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) bisa mengalahkan dua raksasa itu.

 

Sebagai juara pemilu 2004, PKB dan PDIP pantas cukup kecewa dengan hasil Pilkada Jatim ini. Setidaknya, dari hasil quick count itu, calon PKB, Achmady-Suhartono (Achsan) yang didukung penuh Gus Dur harus rela terjungkal dengan perolehan suara yang cukup menyakitkan.

 

Dari quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI) misalnya, Achmady yang sudah rela mundur dari Bupati Mojokerto ini berada di posisi paling buncit. Padahal, jika melihat kharisma Gus Dur, semestinya suara yang didapat Achmady tidak harus hancur. Begitupula PDIP. Sebagai pemenang nomor 2 dalam Pemilu 2004 di Jatim, PDIP seharusnya telah memiliki modal 4,5 juta suara untuk mendorong menjadi pemenang. Namun tekad untuk merebut Jatim 1 nampaknya bakal terkubur.


Cita-cita PDIP untuk bisa memenangkan Jatim seperti halnya pilkada di Bali, Jateng dan tempat lain, sepertinya bubrah sudah. Padahal Megawati sudah berusaha keras ikut mengkampanyekan Sutjipto-Ridwan. Kini, mimpi PKB maupun PDIP sebagai partai terbesar di Jatim seakan dirontokkan oleh kemenangan pasangan yang diusung koalisi PD-PAN serta mendapat sokongan dari PKS itu.


Kenapa PDIP yang selama ini mengklaim kadernya sudah solid ini keok? Bisa jadi kemenangan Soekarwo ini buah dari terpentalnya dia saat penjaringan di PDIP beberapa bulan yang lain.


Soekarwo Figur  yang Dikuyo-Kuyo

Soekarwo barangkali tampil menjadi pemenang karena ia adalah sosok yang dikuyo-kuyo (teraniaya) pada awalnya. Sehingga tokoh ini cukup mendapat simpati dari banyak pihak. Awalnya Soekarwo yang masih menjabat Sekdaprov Jatim ingin mencalonkan gubernur melalui PDIP. Berbagai proses maupun persyaratan internal partai sudah dilalui. Bahkan dalam agenda rakercabsus, dia mendapat dukungan terbanyak dari cabang-cabang PDIP.


Namun, Soekarwo harus menahan kecewa setelah namanya bersama Sutjipto dikirim DPD PDIP Jatim ke DPP PDIP untuk mendapat tiket dari Megawati. Seperti diduga banyak pihak, Soekarwo yang sebenarnya punya kans kuat justru dibuang. Megawati lebih memilih Sutjipto sebagai calon resmi dari partainya.


Dibuang PDIP, tak membuat Soekarwo patah semangat. Dalam hitungan hari, dia langsung dipinang Partai Demokrat. Melalui proses yang cukup pelik, akhirnya dia berpasangan dengan Saifullah Yusuf yang disodorkan PAN. Dan dalam perjalanannya, meski terkesan terlambat akhirnya PKS turut memberikan dukungan.


Karena menjadi sosok yang terkuyo-kuyo inilah yang barangkali mendongkrak perolehan suaranya. Faktor penentu kemenangan dirinya, adalah iklan-iklan di media maupun atributnya cukup digeber habis-habisan.

 

Pilgub Jatim 2008 ini juga menunjukkan bahwa mesin partai kalah dari popularitas figur kandidat. Achsan yang diusung PKB atau partai terbesar di Jatim, justru terbenam di posisi juru kunci, sedangkan Karsa yang didukung PAN dan Partai Demokrat dan PKS malah menjadi pemenang.


(dari berbagai sumber)

 

 

About these ads

Responses

  1. Saya membaca 2 (dua) hal :

    1. Gus Dur ternyata bukan apa-apa lagi.

    2. PKB, PDIP menang di pemilu JATIM bukan karena keandalan Partai kayaknya, tetapi karena calon2 legislatif (tokoh) yang disodorkan.

  2. Thx to yg pny situs cz makalah tugas sosiologi gw kelar berkat artikel pilgub, hohoho. . .

    1x lg thx boz. . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: